Canoa Club Legnago A.S.D.

Precedente
Successivo

Teori Pendidikan yang Paling Banyak Dipakai di Semua Dunia

Teori pendidikan dikenalkan untuk menolong guru menuntun pelajar sampai maksudnya terwujud secara baik, yakni pelajar yang berkualitas dan merealisasikan https://upt-ptkk.com/ masa datang. Pendidikan adalah pilar warga yang bukan hanya membuat ilmu pengetahuan, tapi juga membuat watak dan menyiapkan pribadi untuk hadapi dunia. Berbagai teori pendidikan sudah ada dari pertimbangan beberapa pakar yang ingin pahami dan membenahi proses evaluasi. Berikut tujuh teori pendidikan yang terbanyak dipakai di dunia.

Teori Konstruktivisme

Teori konstruktivisme, yang diperkembangkan oleh Jean Piaget, mengutamakan jika pelajar membuat pengetahuan mereka sendiri lewat pengalaman dan refleksi individu. Guru di sini berperanan sebagai fasilitator, menuntun pelajar untuk meningkatkan pengetahuan mereka sendiri lewat eksploitasi dan hubungan dengan materi evaluasi.

Teori Behaviorisme

Teori ini menyorot peranan stimulan dan tanggapan dalam evaluasi. Ivan Pavlov dan B.F. Skinner ialah figur khusus saat meningkatkan teori ini. Pendekatan ini mengeklaim jika sikap bisa diprediksikan dan diganti lewat pemakaian reinforcement dan punishment. Pengokohan positif bisa tingkatkan terjadinya kemungkinan sesuatu sikap.

Teori Kognitif

Teori kognitif, khususnya diperkembangkan oleh Jean Piaget dan Lev Vygotsky, memusatkan pada pengetahuan kognitif dan perubahan psikis. Piaget mengutamakan jika pelajar alami beberapa tahap perubahan kognitif tertentu, sedangkan Vygotsky menyorot peranan sosial dalam evaluasi dan meningkatkan ide zone perubahan dekat.

Teori Humanistik

Abraham Maslow dan Carl Rogers ialah pemikir khusus dibalik teori humanistik. Pendekatan ini mengutamakan pada peningkatan penuh kekuatan manusia dan keperluan psikis yang perlu disanggupi supaya evaluasi efektif. Guru di sini berperanan sebagai fasilitator yang memberikan dukungan perkembangan individu pelajar.

Teori Konstruktivisme Sosial

Diilhami oleh pertimbangan Vygotsky, teori konstruktivisme sosial mengutamakan keutamaan hubungan sosial dalam evaluasi. Pelajar dipandang belajar lewat kerjasama dengan rekan seumuran dan berperan serta pada kondisi sosial yang memungkinkannya transisi gagasan dan pengetahuan bersama-sama.

Teori Krisis Pendidikan

Teori ini, diperkembangkan oleh pemikir seperti Paulo Freire, konsentrasi pada pengetahuan krisis pada warga dan susunan sosial. Guru di sini mendidik pelajar menjadi pribadi yang krisis dan bisa berpikiran berdikari. Pendidikan dipandang untuk alat pahami dan mengganti ketidaksetaraan sosial.

Teori Belajar Kolaboratif

Teori ini mengutamakan kerjasama di antara pelajar dan guru, dan antar-siswa. Dengan memakai taktik evaluasi kooperatif, pelajar ditaruh dalam beberapa kelompok kecil untuk pecahkan permasalahan bersama-sama dan meningkatkan ketrampilan sosial dan kognitif.

Ringkasan:

Keanekaragaman teori pendidikan menggambarkan komplikasi proses evaluasi dan edukasi. Beberapa pengajar kerap adopsi pendekatan yang tidak sama atau menyatukan komponen-komponen dari sejumlah teori untuk membuat lingkungan belajar yang efektif. Saat hadapi dinamika pendidikan kekinian, pengetahuan yang dalam mengenai berbagai teori ini bisa menolong pengajar untuk membuat pengalaman evaluasi lebih berbagai ragam dan sesuai keperluan pelajar.