Canoa Club Legnago A.S.D.

Precedente
Successivo

Tahapan Pengembangan Desa Wisata

Share This Post

Condividi su facebook
Condividi su linkedin
Condividi su twitter
Condividi su email

Terkait dengan terdapatnya pengembangan desa wisata, Pearce (1995) mendeskripsikan pengembangan desa wisata sebagai suatu sistem yang tekankan langkah untuk mengembangkan desa wisata. Secara lebih spesifik, pengembangan desa wisata dapat diartikan sebagai usaha-usaha untuk melengkapi dan tingkatkan sarana wisata dalam mencukupi keperluan wisatawan (baik domestik maupun mancanegara).

Pengembangan Desa Wisata miliki target https://olympuscreations.com/ dalam menjadikan desa sebagai sebuah destinasi pariwisata dengan langkah mengkombinasikan kekuatan tarik wisata alam dan budaya, sarana sarana lazim pariwisata, dan juga aksesibilitas yang cukup dengan tata langkah dan rutinitas kehidupan masyarakat desa.

Daya tarik desa wisata tentu dapat menarik wisatawan untuk datang ke desa tersebut. Hal tersebut wajib beriringan dengan usaha pengembangan desa wisata sebagai langkah agar desa wisata semakin digemari. Menurut Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (2021), terdapat 4 tahapan dalam pengembangan desa wisata

Tahap rintisan

Pada langkah ini, desa miliki potensi yang besar namun belum tersedia kunjungan wisatawan. Selain itu, sarana dan prasarananya masih benar-benar terbatas dan juga tingkat kesadaran masyarakat belum tumbuh. Desa wisata ini wajib “dikembangkan” dari awal.

Tahap berkembang

Pada langkah ini, potensi desa jadi dilirik oleh wisatawan dan destinasi bisa dikembangkan lebih jauh. Beberapa desa wisata di Indonesia kebanyakan sudah dikunjungi wisatawan namun belum dikelola dengan baik dikarenakan belum tersedia kesadaran kelompok.

Tahap maju

Pada langkah ini masyarakatnya sudah mahjong ways jadi memahami wisata, dana desa dipakai untuk mengembangkan potensi pariwisata, miliki group pengelola, dan wilayahnya sudah dikunjungi banyak wisatawan.

Tahap mandiri

Pada langkah ini desa wisata miliki inovasi pariwisata dari masyarakat, destinasi wisata diakui dunia, sarana dan prasarana miliki standar, dan juga pengelolaannya berupa kolaboratif pentahelix (kolaborasi antara pihak pemerintah, pelaku bisnis pariwisata, komunitas, akademisi, dan media).

Menurut knowledge Kemenparekraf (2022), hingga saat ini Indonesia miliki 4.039 desa wisata yang terdiri dari 2.780 desa rintisan, 965 desa berkembang, 281 desa maju, dan 13 desa mandiri. Pengembangan desa wisata yang tersedia di Indonesia diharapkan dapat menjadi tonggak awal dalam membangun desa wisata yang lebih maju.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Kesal Dengan Ulah Penjual Kaki Lima Di Sarangan

Magetan Bumi Indonesia. Telaga Wisata Sarangan, sedikitnya ada 10 sarana tempat duduk untuk peristirahatan pengunjung yang tersebar di pinggir telaga. Namun dari sekian sarana tempat

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch